Internasional

119 Miliarder & Orang Penting Gelar Pertemuan di Davos

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Setidaknya 119 miliarder atau crazy rich dari seluruh dunia bakal berkumpul dalam satu forum di kota Davos, Swiss, pada pekan depan dalam ajang World Economic Forum (WEF).

Orang-orang tajir ini akan bergabung dengan para bankir, politisi, dan bangsawan untuk ikut dalam pertemuan tahunan ke kota di kawasan Pegunungan Alpen tersebut.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Annual Meeting WEF akan digelar di Davos, Swiss, pada 21-24 Januari 2020.

Mengacu pemberitaan Bloomberg, para crazy rich dengan kekayaan mencapai sekitar US$ 500 miliar atau setara dengan Rp 7.000 triliun (asumsi Kurs Rp 14.000/US$) ini termasuk pendiri LP Bridgewater Associates Ray Dalio, Chairman Blackstone Group Inc Steve Schwarzman dan Chief Executive Officer JPMorgan Chase & Co Jamie Dimon.

Deretan orang-orang kaya dunia itu masuk dalam daftar lebih dari 2.000 nama yang mewakili sekitar 100 negara yang akan menghadiri pertemuan tahunan WEF.

Acara tahunan di Davos ini semakin menegaskan status abadi forum tersebut sebagai pusat jariangan utama berkumpulnya para orang kaya dunia, di mana mereka memamerkan jet pribadi dan hot dog seharga US$ 43 atau setara Rp 602.000, bahkan saat kritikan atas eksklusivitas mereka naik.

“Saya sudah pergi sejak 1979 [ke WEF],” kata Rahul Bajaj, konglomerat India, yang akan tampil untuk ke ke-40 kalinya di acara tersebut. “Itu [Davos] telah berkembang pesat sejak itu tetapi saya terus mendapatkan banyak hal dari pertemuan, sesi, dan lingkungan [di acara ini],” kata Rahul yang juga dikutip business standard.

Tidak mengherankan Rahul merasa di rumah. Dia harus bergabung di Davos bersama setidaknya 18 miliarder India lainnya dengan kekayaan bersih gabungan sekitar US$ 100 miliar dan kepentingan bisnis yang mencakup perusahaan teknologi, pabrik baja, dan pembuat sepeda motor. Rahul adalah anggota Bloomberg Billionaires Index, peringkat 500 orang terkaya di dunia.

Bagi sebagian orang, daftar tamu yang diundang tampaknya bertentangan dengan fokus acara untuk menciptakan ekonomi yang lebih adil dan mengubah dunia kerja.

Tema tahun ini adalah “Pemangku Kepentingan untuk Dunia yang Kohesif dan Berkelanjutan,” dan termasuk pertemuan panel dengan judul “Menyeimbangkan Ketimpangan Domestik dan Global” dan “Melanggar Hambatan Hukum terhadap Kesetaraan.”

Tahun lalu, seorang panelis menimbulkan sensasi ketika ia membanting peserta yang mengabaikan penghindaran pajak oleh para orang kaya.

“Saya mendengar orang berbicara dalam bahasa partisipasi, keadilan, kesetaraan, dan transparansi, tetapi hampir tidak ada yang mengangkat masalah penghindaran pajak yang sebenarnya,” ujar Rutger Bregman, seorang sejarawan Belanda.

Bregman mengatakan dalam unggahan di LinkedIn minggu, bahwa dia belum diundang ke acara tahun ini. Namun, dengan masuknya aktivis muda lingkungan Greta Thunberg di daftar tamu undangan, pasti

Kontingen miliarder dari India di forum ini berada di urutan kedua terbanyak setelah AS dengan jumlah 33 orang pergi ke Davos, menurut analisis Bloomberg dari daftar peserta. Adapun para taipan Rusia berada di urutan ketiga terbanyak.

“WEF di Davos adalah satu-satunya tempat di mana Anda dapat bertemu secara simultan kepala negara, pimpinan bisnis global dan para pemimpin opini publik,” kata raja pertambangan Rusia Alisher Usmanov, yang sesekali hadir, mengatakan dalam sebuah email. “Patut dicatat bahwa forum ini tetap seperti ini selama setengah abad. Ini adalah wadah ide dan peluang yang unik.

Presiden AS Donald Trump juga menuju ke Pegunungan Alpen dengan deretan anak buahnya, termasuk Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Jared Kushner dan Ivanka Trump. (MU)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close