Lintas Daerah

113 Perusahaan di Jabar Ajukan Penangguhan UMK 2020

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jabar M Ade Afriandi mengungkapkan saat ini sebanyak 113 perusahaan mengajukan penangguhan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Tahun 2020 dan sebanyak 35 perusahaaan sudah dinyatakan memenuhi kelengkapan persyaratan penangguhan UMK.

“Dan sisanya atau 78 perusahaan dokumennya belum lengkap persyaratan administrasinya. Lalu belum bisa menjelaskan secara pasti kalau perusahaan ini tidak mampu bayar,” kata Ade Afriandi, di Kota Bandung, Jumat (10/1/2020).

Karena itu, lanjutnya, pihaknya masih melakukan verifikasi lapangan kepada perusahaan di provinsi tersebut yang mengajukan penangguhan UMK tahun 2020.

“Kemarin hari terakhir melakukan verifikasi lapangan sesuai Kepgub UMK 2020. Dewan pengupahan provinsi sedang mempersiapkan. Jadi, tidak serta merta ditetapkan, harus diverifikasi dulu,” kata Ade Afriandi.

Ade menuturkan dengan dilakukannya verifikasi tersebut maka pihaknya akan tahu ada perusahaan yang tidak bisa membayar UMK, terlebih ada kebijakan dalam keputusan tersebut sebelum melangkah ke persetujuan tetap harus ada pengecekan.

“Jadi untuk bukti fakta di lapangan harus ada dan proses administrasi teknis tetap ke proses yang ada di Keputusan Menaker Nomor 321 Tahun 2003,” kata dia.

Dia menjelaskan pada 6 dan 7 Januari 2020, Dewan Pengupahan juga telah melakukan verifikasi administrasi serta pada 8 Januari dan kemarin dilakukan verifikasi lapangan dengan cara melakukan kunjungan langsung ke pabriknya, berdialog dengan buruh.

“Jadi kita lihat langsung fakta yang ada di lapangan dan kalau memang perusahaan tak mampu kita ingin faktanya benar jangan sampai pekerja dirugikan padahal ternyata perusahaan mampu,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengatakan, penangguhan UMK oleh perusahaan adalah hal wajar terjadi karena perekonomian global saat ini sedang tidak kondusif dan itu berdampak pada pertumbuhan industri. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close