Internasional

110 Naskah Einstein Dipamerkan di Yerusalem

YERUSALEM, SENAYANPOST.com  – Tak kurang dari 110 naskah milik ilmuwan terkemuka Albert Einstein, sebagian tak pernah diketahui sebelumnya, dipamerkan di Hebrew University, Yerusalem.

Diberitakan BBC Indonesia, koleksi tersebut di antaranya adalah karya ilmiah pemenang Hadiah Nobel yang belum pernah diterbitkan atau pun diteliti.

Dokumen tersebut disumbangkan Crown-Goodman Family Foundation dan dibeli dari seorang kolektor pribadi di North Carolina, Amerika Serikat.

Ketika para ilmuwan India tolak teori Einstein dan Newton, dan sebut teknologi sudah ditemukan di zaman Mahabharata

Manuskrip itu berisi lampiran tulisan Einstein tentang Unified Theory yang tidak pernah dilihat sejak tahun 1930.

Dia menghabiskan 30 tahun berusaha menggabungkan kekuatan alam ke dalam satu teori.

Menurut pihak universitas, lampiran tersebut sebelumnya diduga hilang.

Pada sebuah catatan ke sesama ilmuwan Michele Besso, Einstein mengakui setelah 50 tahun mendedikasikan diri, dia tidak memahami sifat kuantum cahaya.

Koleksi tersebut juga memasukkan sebuah surat di mana Einstein menyatakan kekhawatirannya terkait kebangkitan partai Nazi di Jerman.

Lewat tulisan yang dikirimkan ke anak laki-lakinya Hans Albert pada tahun 1935, dia menyatakan, “Bahkan di Jerman berbagai hal secara perlahan mulai berubah. Harapannya adalah kita bukan yang pertama kali mengalami perang Eropa.”

Koleksi baru ini digabungkan dengan lebih dari 80.000 barang-barang lainnya di Albert Einstein Archives termasuk medali, diploma dan foto.

Einstein adalah salah satu pendiri universitas dan menyumbangkan tulisan pribadi dan ilmiahnya untuk mendirikan Albert Einstein Archives.

Direktur akademik arsip, Hanoch Gutfreund, mengatakan, “Kami di Hebrew University bangga menjadi rumah abadi warisan Albert Einstein, seperti yang menjadi keinginannya.”

Tahun 2017, sebuah surat Albert Einstein yang membahas konsep agama terjual seharga US$2,9 juta atau Rp41 miliar. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close