Internasional

10 Orang Tewas dalam Penembakan di Sekolah Menengah Texas

TEXAS, SENAYANPOST.com ‐ Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas ketika seorang pria melepaskan tembakan ke sebuah sekolah menengah di Texas pada Jumat (18/5).

Dikutip dari AFP, insiden mengerikan itu terjadi di Santa Fe High School di kota dengan nama yang sama, terletak sekitar 30 mil (50 kilometer) tenggara Houston.

“Ada banyak korban jiwa,” kata sheriff dari Harris County, Ed Gonzalez, pada media. “Mungkin ada antara delapan hingga 10, mayoritas siswa,” lanjutnya.

Remaja laki-laki yang dicurigai sebagai pelaku belum dapat diidentifikasi. Sementara, terduga kedua sedang menjalani interogasi, kata Gonzalez kepada wartawan.

Presiden AS Donald Trump, dalam acara di Gedung Putih, menyatakan “sedih dan berduka” atas aksi penembakan yang mematikan itu.

“Ini sudah berlangsung terlalu lama di negara kita,” kata Trump. “Kami bersamamu di saat yang tragis ini.”

Penembakan di sekolah menengah Texas menjadi insiden terbaru yang menjadi situasi yang sangat biasa di sekolah-sekolah Amerika, di mana kekerasan senjata telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Awal tahun ini, 17 siswa dan petugas sekolah tewas dalam penembakan di sebuah sekolah menengah di Florida – pembantaian yang mendorong orang-orang yang selamat untuk meluncurkan kampanye melawan kekerasan senjata.

Presiden AS, yang sebelumnya telah menghindar dari tindakan pengendalian senjata demi mendukung guru, mengatakan pemerintahannya “bertekad untuk melakukan segalanya untuk melindungi siswa, mengamankan sekolah, dan untuk menjauhkan senjata dari tangan mereka yang menjadi ancaman bagi diri mereka sendiri, dan juga bagi orang lain. ”

Insiden penembakan itu meletus sebelum jam 8 pagi, saat sekolah dimulai.

“Ada seseorang yang masuk dengan senapan dan mulai menembak, dan seorang siswi tertembak di kaki,” kata seorang saksi mata yang diidentifikasi sebagai Nikki kepada stasiun televisi lokal KTRK.

Dia mengatakan para siswa melarikan diri dari sekolah dengan panik, dan beberapa siswa lainnya mengatakan kepada media lokal bahwa mereka mendengar beberapa tembakan.

Distrik sekolah, yang dengan cepat memberlakukan ‘lockdown’. Tidak ada sekolah lain yang terpengaruh. Beberapa siswa dievakuasi ke toko mobil terdekat, di mana orang tua menjemput anak-anak mereka, menurut afiliasi CBS, KHOU-TV.

Salah seorang orang tua siswa Richard Allen mengatakan kepada KTRK dia tiba di sekolah segera setelah penembakan dan melaporkan melihat sejumlah korban dibawa pergi dengan ambulans.

“Anak saya mengatakan seseorang masuk ke ruang seni dan mulai menembak banyak anak-anak,” kata Allen.

Seorang siswa, Paige Curry mengatakan kepada media setempat bahwa dia mendengar suara tembakan dan kemudian alarm kebakaran, setelah itu siswa dibawa oleh guru ke sebuah pompa bensin terdekat.

“Saya melihat seorang siswi, sepertinya dia tertembak di tempurung lutut. Jadi dia memiliki perban di sekitarnya. Dia pincang dan kemudian petugas pemadam kebakaran datang dan menjaganya,” ujar siswa lain, yang memberikan nama pertama sebagai Tyler, pada CBS.

Sejumlah besar polisi dan juga agen dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak menanggapi insiden tersebut.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close