FeaturesNasionalPajak

Ketimbang Sembunyikan Aset, WP Sebaiknya Ajukan Tax Amnesty

JAKARTA (SenayanPost.com) – Pemberian pengampunan pajak harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh wajib pajak (WP) yang bermasalah dalam pemenuhan kewajiban pajak. Daripada berupaya menyembunyikan aset kekayaannya agar tidak kena kewajibana pajak, dan potensial terjerat pidana, WP disarankan mengajukan pengampunan pajak (tax amnesty).
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan. Sebelum ada revisi undang-undang perbankan untuk keterbukaan data bagi perpajakan,” kata Gustav Pugar Wangsa, spesialis complience yang juga salah seorang manajer TaxPrime, pada seminar “Tax Amnesty & Tax Planning” di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (10/8/2016).
(Baca juga: Presiden Bentuk Tim Intelijen Khusus Pengawas Tax Amnesty )
Gustav menambahkan, pemanfaatan kesempatan itu menjadi sangat penting, karena WP tidak akan bisa lagi menyembunyikan asetnya di mana pun dari otoritas pajak.
Gustav menambahkan, pengampunan pajak yang seharusnya tertuang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan. Dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan.
Dengan memanfaatkan pengampunan pajak ini, tambahnya, data dan informasi yang disampaikan WP tidak dapat diminta oleh siapa pun atau diberikan kepada pihak mana pun berdasarkan peraturan perundang-undangan lain.
(Baca juga: Imam Anshori Saleh: Negara Memanggil Pengusaha Bantu Kesulitan Anggaran )
“Kecuali atas persetujuan wajib pajak sendiri,” tegasnya kepada peserta seminar yang diselenggarakan oleh Hendropriyono and Associated itu.
Selain itu, tambahnya, semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan pengampunan pajak, tidak dapat dilaporkan, digugat, dilakukan penyidikan atau dituntut, baik secara perdata maupun pidana. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close