Internasional

Terungkap Isi Surat Jaksa Agung Malaysia soal Bebasnya Siti Aisyah

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Beredar sebuah surat yang memperlihatkan jawaban Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas kepada Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly terkait pembebasan Siti Aisyah.

Dalam surat yang beredar di media sosial itu, Jaksa Agung Tommy Thomas menyampaikan, terdakwa pembunuh kakak tiri Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Kim Jong Nam, dibebaskan dari jerat hukum.

“Dengan senang hati saya menyampaikan keputusan saya terkait penuntutan terhadap Siti Aisyah memasuki tahap nolle prosequi,” kata Tommy dalam surat tersebut yang lengkap dengan kepala surat resmi dan tanda tangan.

Nolle prosequi adalah istilah hukum dalam bahasa Latin yang berarti “tidak ingin melanjutkan”, yang dalam hal ini berarti “tidak melanjutkan penuntutan”.

Istilah itu digunakan dalam konteks ketika seorang jaksa secara sukarela menghentikan penuntutan baik sebelum sidang atau di saat vonis belum dijatuhkan.

Tommy menjelaskan, keputusan tersebut diambil atas pertimbangan hubungan baik Indonesia dan Malaysia, serta pertimbangan lain yang tidak dirinci dalam surat tersebut.

Karena itu, dia bakal memerintahkan pengadilan untuk tidak melanjutkan penuntutan terhadap Siti Aisyah setelah hadir di pengadilan pada 11 Maret 2019.

“Segera setelah dia dibebaskan oleh pengadilan, dia bakal dibebaskan dan diizinkan kembali ke Indonesia,” ujar Jaksa Agung Tommy.

Sebelumnya, Siti dibebaskan setelah jaksa penuntut Muhammad Iskandar Ahmad memutuskan mencabut dakwaan tanpa membeberkan alasannya.

Bersama dengan Doan Thi Huong asal Vietnam, Siti dituduh membunuh Kim Jong Nam dengan menggunakan racun saraf VX di wajahnya di bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017.

Bebasnya Siti Aisyah merupakan langkah mengejutkan karena pengadilan telah dijadwalkan untuk mendengarkan kesaksian Huong pada Senin (11/3/2019) di pengadilan.

Kepada awak media lokal, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjelaskan pembebasan Siti sudah mengikuti aturan yang berlaku.

“Di dalam sistem hukum mengizinkan pembatalan dakwaan. Itu yang terjadi. Saya tidak tahu rincian tentang penyebab pembatalan dakwaan itu,” kata Mahathir.

Dia menambahkan, dirinya sama sekali tidak mengetahui jika telah terjadi negosiasi antara Indonesia dan Malaysia dalam kasus ini.

Pembebasan Siti Aisyah menjadi kontroversi karena dianggap sarat muatan politik dan memicu Vietnam mendesak Malaysia juga membebaskan Doan Thi Huong.

Namun, sejauh ini permintaan Vietnam agar Malaysia membebaskan warga negaranya itu belum mendapatkan tanggapan. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close