FeaturesNasionalTokoh

Menag Lukman: WNI Berhaji Harus dari Tanah Air, Tidak dari Negara Lain

JAKARTA (SenayanPost.Com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  sangat menyayangkan adanya calon haji asal Indonesia yang menunaikan ibadah haji melalui negara lain, apalagi menggunakan paspor ilegal.

“Saya sangat menyayangkan ya, saya mendengar berita itu sangat tersentak, kaget, terkejut. Ada warga negara Indonesia yang berhaji dengan menggunakan paspor yang tidak legal,” ucap Lukman, di Jakarta, Sabtu (20/8/2016) .

Menteri Lukman mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Kemlu di Manila. “Mereka (kemenlu) terus melakukan pengusutan terkait dengan adanya sejumlah WNI kita yang berhaji menggunakan paspor yang sebenarnya tidak semestinya,” ujarnya.

Lukman mengimbau, agar calon haji asal Indonesia yang menunaikan ibadah ke tanah suci untuk berangkat dari tanah air. Sebab, jika mereka memaksakan diri berangkat dari negara lain justru hanya akan menimbulkan masalah.

“Saya mengimbau kepada semua kita WNI, berhaji harus dari tanah air, tidak dari negara lain,” kata Lukman.

Baca juga: Berpaspor Filipina, 177 WNI Jamaah Haji Ilegal Ditangkap

Terkait dengan permasalahan jatah kuota calon haji yang dinilai kurang, Lukman mengatakan jumlah kuota tersebut memang sudah sesuai aturan. Pemerintah pun, kata dia, telah berupaya untuk mendapatkan tambahan kuota.

Pemberian jatah kuota haji, lanjut dia, dilakukan lantaran terbatasnya daya tampung jamaah haji. Pemberian kuota pun dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi calon haji serta memberikan rasa aman. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tak memaksakan diri menunaikan ibadah haji di tanah suci jika belum mendapatkan kuota haji.

“Berhaji itu kan beribadah, beribadah itu jangan memaksakan diri. Kewajiban berhaji itu bagi yang mampu. Mampu itu tidak hanya finansial, kesehatan, tapi juga kesempatan dan peluang. Kalau peluangnya kesempatannya gak ada artinya orang itu tidak berkewajiban untuk berhaji,” kata Lukman.

Menurut dia, dalam Islam, tidak diajarkan umatnya untuk memaksakan diri dalam beribadah. Apalagi menggunakan cara-cara yang ilegal dan tak sesuai ajaran. Ia menilai, kasus ini pun baru pertama kali terjadi terhadap jamaah haji Indonesia. Lukman berharap, peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah haji.

Sebelumnya diberitakan, pihak imigrasi Filipina telah menahan 177 WNI yang akan menunaikan ibadah haji sebelum naik ke pesawat, pada Jumat (19/8/2016). Mereka bergabung dengan kuota haji Filipina. Mereka menggunakan paspor Filipina yang diduga diberikan oleh sindikat dalam negeri Filipina.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close