FeaturesInternasional

KBRI Manila Dampingi 177 WNI yang Ditangkap Otoritas Filipina

MANILA (SenayanPost.Com) – Merespons tertangkapnya 177 WNI (calon jamaah haji) yang ditangkap otoritas Filipina karena kedapatan menggunakan paspor negara tersebut untuk menjalankan ibadah haji ke Arab Saudi. KBRI Manila dampingi 177 WNI yang ditangkap Otoritas Filipina.

”Kami sudah tangani sejak mendapat laporan dari Imigrasi Terminal 2 NAIA,” kata Sekretaris Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Manila, Tody Baskoro.

KBRI, kata Tody, sudah berkoordinasi dengan instansi di Filipina dan Indonesia terkait kejadian ini. ”KBRI telah dan akan terus memberikan pendampingan terhadap 177 orang yang diduga kuat adalah WNI,” jelasnya.

Baca juga: Berpaspor Filipina, 177 WNI Jamaah Haji Ilegal Ditangkap

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu), Lalu Muhammad Iqbal, membenarkan adanya penangkapan 177 WNI di Bandara NAIA saat
akan terbang ke Jeddah, Arab Saudi.

“Pada tanggal 19 Agustus sekitar pukul 09.00 KBRI Manila dihubungi oleh imigrasi Bandara Internasional Manila yang memberitahukan adanya sejumlah penumpang Philippines Airlines jurusan Jeddah yang paspornya mencurigakan. Ternyata paspor Filipina mereka palsu, dan mereka itu WNI,” kata Iqbal.

Saat ini, kata dia, para WNI tersebut masih diperiksa di detensi imigrasi Filipina. KBRI Manila telah berkoordinasi dengan otoritas imigrasi Filipina dan telah mengirimkan bantuan logistik kepada 177 WNI tersebut.

”KBRI juga telah berkomunikasi dengan beberapa ketua kelompok. Kami ingin agar bisa melacak modus sindikat tersebut merekrut WNI kita yang ingin naik haji. Pada Sabtu (20/8/2016), tim KBRI Manila bekerja sama dengan otoritas imigrasi Filipina melakukan wawancara dan pendalaman kasus dengan 177 orang tersebut,” tandas Iqbal.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close